Gadis Pantura Hadir di SMAN 1 Sragen, Ratusan Kendaraan Diperiksa, Puluhan Diberi Tanda Pajak

Petugas BPKPD Sragen melakukan penempelan sticker pajak kendaraan bermotor dalam kegiatan Gadis Pantura di SMAN 1 Sragen
Petugas menempelkan stiker himbauan di kendaraan yang belum lunas Pajak Kendaraan
BPKPD Sragen — Program Gerakan Disiplin Pajak untuk Rakyat (Gadis Pantura) kembali digelar dengan menyasar lingkungan pendidikan. Pada Selasa (28/4/2026), kegiatan ini dilaksanakan di area parkir SMAN 1 Sragen oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Sragen bersama UPPD Samsat Sragen.

Sejak pagi, tim gabungan turun langsung melakukan pemeriksaan status Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terhadap kendaraan milik siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi edukasi yang menyasar generasi muda agar lebih memahami pentingnya kepatuhan pajak.

Dari hasil pemeriksaan, tercatat 597 unit sepeda motor dan 7 unit mobil diperiksa. Sebanyak 61 kendaraan di antaranya diketahui belum melakukan pembayaran pajak sesuai ketentuan, sehingga diberikan stiker sebagai pengingat.

Pemasangan stiker tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pemberitahuan bahwa pajak kendaraan belum dibayarkan, sekaligus ajakan kepada pemilik untuk segera melunasi kewajibannya. Metode ini dinilai cukup efektif karena bersifat persuasif dan mampu menarik perhatian di ruang publik.

Penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan Gadis Pantura tidak bersifat penindakan. Program ini sepenuhnya difokuskan pada edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, sehingga diharapkan kepatuhan muncul secara sukarela tanpa tekanan.

Kepala Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan Daerah BPKPD Sragen, Nuryahman Hartono, ST, MSI, menyampaikan bahwa pendekatan edukatif menjadi strategi utama dalam membangun kepatuhan pajak masyarakat. “Kesadaran itu harus tumbuh dari diri sendiri, bukan karena takut sanksi. Melalui kegiatan di sekolah, kami berharap pesan pentingnya pajak dapat menjangkau keluarga siswa secara lebih luas,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat serta memberikan pemahaman yang benar mengenai kewajiban PKB.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan daerah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala UPPD Samsat Sragen menuturkan bahwa Gadis Pantura merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan melalui pemeriksaan langsung di lapangan serta edukasi kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mengetahui pentingnya pajak kendaraan, baik terkait jatuh tempo tahunan maupun kewajiban perpanjangan STNK lima tahunan,” katanya.

Kegiatan di SMAN 1 Sragen ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah dan telah direncanakan sebagai bagian dari program sosialisasi pajak daerah.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di beberapa sekolah lain di Sragen, seperti SMAN 2 dan SMAN 3. Pelaksanaan secara bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas edukasi pajak hingga ke lingkungan pendidikan.

Melalui program ini, pemerintah berharap kesadaran membayar pajak dapat tumbuh sejak dini, tidak hanya di kalangan orang tua, tetapi juga di kalangan pelajar sebagai generasi penerus.

Selain sebagai sarana edukasi, Gadis Pantura juga menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus membangun sinergi dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah. (N.Hart - Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan Daerah - BPKPD Sragen)

Posting Komentar untuk "Gadis Pantura Hadir di SMAN 1 Sragen, Ratusan Kendaraan Diperiksa, Puluhan Diberi Tanda Pajak"